Sabtu, 16 Maret 2024

LOKAKARYA 5

Kegiatan Lokakarya 5 ini diajukan di SMP N 3 PATEBON dengan jumlah peserta 31 orang. Kegiatan ini agak berbeda dari biasanya karena dilakukan pada waktu bulan puasa Ramadhan 1445 H. Kegiatan dilakukan di daerah Kendal yang merupakan daerah panas maka harus dengan semangat yang tinggi untuk melaksanakan kegiatan ini.





Di kelompok kami Calon Guru Penggerak Angkatan 9 dengan Pengajar Praktek bapak Widi Astiyono, M.Pd. melaksanakan kegiatan dengan semangat.


Dalam Lokakarya 5 kali ini juga hadir ketua BBGB Jawa Tengah yang memberikan motivasi kepada peserta lokakarya




Kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib








Minggu, 11 Februari 2024

Rangkuman Koneksi Antar materi - Modul 3.1

Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antar materi)

 
Bagaimana Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin ?
 
        Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka yaitu Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangunkarsa, Tut Wuri handayani memiliki makna mendalam yang dapat kita jadikan landasan dalam setiap pengambilan keputusan, yaitu keputusan yang selalu berpihak kepada murid. Sebagai pemimpin dalam mengambil keputusan seharusnya:
  1. Memberikan teladan dan contoh akan keputusan yang bijak,menjadi teladan yang patut ditiru (Ing Ngarso Sung Tulodo).
  2. Mampumemberdayakan dan membangun kerukunan, menyemangati, membuat orang lain memiliki kekuatan demi memperbaiki kualitas diri mereka (Ing Madya Mangun Karsa)
  3. Mampu mempengaruhi dan mendorong semangat meningkatkan kualits agara selalu menjadi lebih baik(Tut Wuri Handayani)
 
Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
 
        Guru sebagai pendidik harus memiliki nilai-nilai positif yang mampu menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid. Nilai-nilai tersebut akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan sesuai dengan situasi yang dihadapi dengan mempertimbangkan 3 prinsip dalam pengambilan keputusan.
 
Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
 
        Dalam materi pengambilan keputusan yang dipelajari memiliki hubungan erat dengan kegiatan coaching (bimbingan) pada modul sebelumnya. Pada proses coaching kita membentu coachee dalam menentukan atau mengambila keputusan sedangkan pada modul ini kita merefleksikan apakah keputusan yang kita ambil dapat dipertanggungjawabkan , menjadi win-win solution ataukah justru akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Dalam pembelajaran pengambilan keputusan ini kita diberikan panduan tentang 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujiaan keputusan yang kita ambil.
 
Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?
 
        Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosional sangatlah penting terutama dalam mengelola kasus dilemma etika. Guru yang memiliki kemampuan dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan memiliki kesadaran diri untuk memahami perasaan, emosi dan nilai diri senidiri, memiliki manajemen diri sehingga mampu mengelola emosi dan perilaku, memiliki kasadaran sosial sehingga mampu memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain, memiliki keterampilan berelasi sehingga dapat berkomunikasi dengan lebih efektif, dan dapat mengambil keputusan yang bertanggungJawab. Masalah yang terkait dilema etika akan diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang tenang, sehingga pengambilan keputusan dapat berjalan sesuai dengan langkah yang sistematis.
 
Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
 
        Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika dapat melatih ketajaman dan ketepatan dalam pengambilan keputusan, sehingga dapat dengan jelas membedakan antara dilema etika ataukah bujukan moral. Seorang pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang dianutnya. Keputusan yang diambil akan semakin akurat dan menjadi keputusan yang dapat mengakomodir kebutuhan murid dan menciptakan keselamatan dan kebahagian semua pihak berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan kebajikan jika nilai-nilai yang dianutnya adalah nilai-nilai yang positif.
 
Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.?
 
        Pengambilan keputusan yang tepat, tentunya akan berdampak positif pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Pengambilan keputusan yang tepat harus dilakukan dengan cara yang tepat pula. Disesuaikan dengan situasi yang terjadi dengan berlandaskan nilai-nilai kebajikan universal, berpihak pada murid dan dapat dipertanggungjawabkan. Saat keputusan yang diambil sudah tepat. maka akan tercipta lingkungan yang positif. kondusif. aman dan nyaman. tidak ada pihak yang merasa dirugikan, semua akan mendapatkan solusi atas permasalah yang dihadapi.
 
Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

        Tantangan yang saya hadapi dalam pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus yang sifatnya dilemma etika adalah perasaan tidak enak yang timbul karena tidak dapat memuaskan semua pihak. Namun dengan berpedoman pada 4 paradigma, 3 prinsip serta mengikuti 9 langkah pengambilan keputusan dapat meminimalkan perasaan tidak nyaman dan keputusan yang saya ambil dapat diterima oleh semua pihak.
 
Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
 
        Pengaruh pengambilan eputusan yang kita ambil dengan pengajaran memerdekakan murid -murid kita adalah terciptanya eputus belajar. Keputusan untuk memerdekakan murid merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan belajar murid. Untuk memutuskan pemenuhan belajar murid, bisa menggunakan pembelajaran berdiferensiasi.
 
Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil eputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
 
        Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran pasti akan membawa dampak, baik jangka panjang maupun pendek bagi murid. Hal yang sudah kita putuskan dan kita lakukan akan akan terekam menjadi suatu catatan dan akan menjadikan role model tentang apa dan bagaimana kelak murid-murid berpikir dan bertindak. Gambaran ini menjadikan dasar bahwa pengambilan keputusan oleh seorang pendidik harus tepat, benar dan bijak melalui analisis dan pengujian yang mendalam atas benar salahnya.
Dalam pengambilan kepurusan, seorang pemimpin sebaiknya menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan dan mengacu pada pembelajaran yang memenuhi potensi murid
 
Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
 
Kesimpulan yang dapat saya ambil jika mengaitkan dengan materi sebelumnya yaitu pengambilan eputusan sebaiknya mengacu pada :
  • Nilai eputusan universal
  • Bertanggung jawab
  • Berpihak pada murid
  • Berpedoman pada filosofi KHD dengan Patrap Trilokanya (Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani)
 
Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: eputus etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan eputusan, 3 prinsip pengambilan eputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian eputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
 
        Saya cukup memahami materi pada modul ini, sehingga pada proses penerapannya sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Hal-hal yang menurut saya diluar dugaan bahwa ternyata dalam pengambilan keputusan bukan hanya didasarkan pada pemikiran dan pertimbangan semata, namun sangat diperlukan adanya paradigma, prinsip, dan langkah-langkah pengujian pengambilan keputusan, agar keputusan yang diambil tepat sasaran dan bermanfaat untuk orang banyak.
 
Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
 
        Sebelum mempelajari modul ini, dalam pengambilan keputusan saya biasanya memanfaatkan prosedur umum yang berlaku di sekolah, yaitu berkomunikasi dengan pihak terkait seperti guru mata pelajaran, guru BK, Wakasek dan kepala sekolah, dengan bahan perbincangan yang mengalir apa adanya. Setelah mempelajari modul ini, saya mencoba menerapkan analisa berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan. Perbedaannya diantaranya pola ini menjadi pakem baru yang sangat rinci, hati – hati dan tidak terburu – buru dalam membuat sebuah keputusan. Selain itu, pihak yang terlibat menjadi merasa dihargai dan bisa memberi kontribusi sesuai tupoksinya masing – masing.
 
Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
 
Perubahan terbesar yang saya alami yaitu :
1. Berhati – hati dalam bertindak dan mengambil eputusan.
2. Mempunyai pola yang teratur dalam menganalisa sebuah masalah
3. Meningkatnya empati pada diri sendiri untuk memahami permasalahan yang terjadi pada orang lain
 
Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
 
        Sangat penting karena sebagai seorang individu membuat saya berkembang menuju arah yang lebih baik dan sebagai seorang pemimpin saya harus mampu mengambil sebuah keputusan terbaik dan bertanggung jawab

Sabtu, 11 November 2023

PRAMUKA SIAGA SDN 1 SIDOKUMPUL - PATEAN - KENDAL

Pada tahun 2023, SMA Negeri 1 Patean menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pesta Siaga di Kwartir Ranting Patean. Ratusan peserta antusias dari pangkalan SD dan MI meramaikan kegiatan yang diselenggarakan pada 11 November 2023. Dalam pembukaan kegiatan Pesta Siaga ini mengundang oleh Camat Patean selaku Kamabiran Patean sebagai pembina upacara. Hadir pula anggota mabiran (unsur korwil bidang pendidikan dan pengawas, dari koramil, dari polsek), perwakilan SMAN 1 Patean Ka Gudep Mohamad Zabur, S.Pd, Ka Kwaran Patean yaitu Kamali, S.Pd setia mendampingi ketua panitia Sarjono S.Pd beserta panitia lainnya dari awal sampai selesai.



Lomba Siaga Pramuka biasanya diselenggarakan untuk melatih ketangkasan dan emosional peserta didik. Lomba ini dapat diadakan pada tingkat SD atau Pramuka Siaga dan umumnya dilangsungkan setiap satu tahun sekali pada tingkat Kwartir Ranting atau Cabang. Beberapa cabang lomba yang seru dan lucu untuk melatih ketangkasan dan emosional antara lain:

PESTA SIAGA CABANG TAHUN 2023
1)Taman Adminitrasi
2)Taman Ketakwaan
3)Taman Toleransi Beragama
4)Taman Kerapian Berpakaian
5)Taman Tanda Pengenal Seragam Pramuka
6)Taman Bangga Jawa Tengah
7)Taman Pengamatan dan Daya Ingat (KIM)
8)Taman Scouting Skills
9)Taman Fun Ball
10)Pentas Seni Budaya
11)Karnaval Budaya
12)Taman Bumbung Kemanusiaan
13)Taman Kebersihan Lingkungan
14)Taman Vlog




Pada kesempatan ini anggota dari SDN 1 Sidokumpul ikut meramaikan kegiatan tersebut dengan berupaya berlatih secara konsisten untuk bisa menampilkan yang terbaik dalam ajang lomba tersebut.
Anak-anak yang tampil dalam ajang lomba tersebut yaitu dari kelas 1 sampai dengan kelas 4 yang mana umur menjadi salah satu syarat wajib untuk bisa mengikuti kegiatan ini dan harus masih tingkat siaga dalam Pramuka




SDN 1 Sidokumpul mengirimkan dua kelompok atau Barung yaitu Barung Kuning untuk perempuan dan Barung Hijau untuk laki-laki dengan jumlah peserta masing-masing Barung sejumlah 8 anak
Dalam kesempatan ini pula Alhamdulillah untuk SDN 1 Sidokumpul kategori Putri mendapatkan juara 3 untuk kelompok tergiat.
Semangat anak-anak dalam berlatih membuahkan hasil dan berharap dengan hasil itu anak-anak akan menjadi lebih kreatif lebih aktif dalam kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri siswa.





Dengan keberhasilan itu tak lupa dari kepala sekolah dan juga pembina yang mendampingi kegiatan tersebut memberikan salam dan selamat kepada anak-anak yang berhasil dalam lomba dan tak lupa kepada yang belum berhasil untuk tetap bersemangat demi tercapainya cita-cita dan kemajuan SD tercinta SDN 1 Sidokumpul.
Semoga dengan meraih juara akan bermanfaat untuk semua dan menjadikan sekolah lebih maju dan menjadi impian setiap orang tua murid untuk bisa menyekolahkan anaknya di SD ini.




LOKAKARYA 5

Kegiatan Lokakarya 5 ini diajukan di SMP N 3 PATEBON dengan jumlah peserta 31 orang. Kegiatan ini agak berbeda dari biasanya karena dilakuka...