Kamis, 28 September 2023

Ruang kolaborasi - Modul 1.3

 


Belajar dilakukan oleh anak anak hingga orang dewasa, tidak terkecuali dengan seorang guru. Guru selain sebagai seorang yang mengajarkan ilmu kepada peserta didik perlu adanya upgrade ilmu yang dimiliki. Salah satu kegiatan guru untuk mengupdate ilmu yang dimiliki dengan mengikuti kegiatan guru penggerak. Dalam program guru penggerak terdapat kegiatan diskusi dalam ruang kolaborasi yang ada di Zoom meeting. Kegiatan ini bertujuan untuk bertukar informasi, diskusi, ataupun saling belajar bersama.

Ruang kolaborasi salah satu tempat dalam zona pembelajaran guru penggerak untuk dapat berbagi praktik baik. Yang mana dari pembelajaran tersebut nantinya dapat di praktekkan dalam satuan pendidikan masing masing sesuai dengan keadaan. Dalam hal ini kegiatan aksi nyata dapat dilakukan dan bisa bertukar informasi dalam ruang kolaborasi tersebut.

Semoga dengan banyaknya orang yang bergabung menjadi guru penggerak akan terjadi perubahan besar dalam pembelajaran yang dilakukan.

Sehingga tujuan pendidikan di Indonesia dapat tercapai.

Rabu, 20 September 2023

Lokakarya 1 CGP 9 Kabupaten Kendal

 




Pendidikan merupakan hak dari semua orang baik yang masih muda maupun yang sudah tua terlebih lagi bagi seorang siswa maka harus belajar sebagai dasar dalam menghadapi masa depan

Belajar bisa dilakukan di dalam forum resmi atau dalam sekolah atau juga bisa dilakukan di luar sekolah karena ilmu itu tidak terbatas dan bisa didapatkan di mana saja

Maka dari itu menuntut ilmu wajib hukumnya bagi yang masih hidup

Termasuk bagi kami calon guru penggerak angkatan 9 dari kabupaten Kendal melakukan lokakarya yang pertama bertempat di SMP 3 Patebon kabupaten Kendal

Merupakan pengalaman yang sangat istimewa bertemu dengan orang-orang hebat di kabupaten Kendal bisa saling tukar pendapat pikiran maupun bertukar pengalaman hal-hal yang baik dalam pembelajaran sehingga dari pertemuan tersebut menghasilkan konsep dasar pemikiran perubahan ke arah yang lebih baik bagi seorang guru terutama bagi kami guru penggerak angkatan 9 kabupaten Kendal

Semoga dengan lokakarya pertama ini menjadi titik awal bagi perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik dengan mengacu konsep-konsep dasar guru penggerak

Ruang Kolaborasi Modul 1.3 - Pernyataan prakarsa perubahan

 


Koneksi antar materi atau interkoneksi materi adalah kemampuan guru penggerak (atau guru yang memfokuskan pada pengintegrasian dan keterkaitan antar mata pelajaran) untuk mengaitkan konsep dan pengetahuan dari berbagai mata pelajaran agar siswa dapat melihat hubungan dan relevansi antar topik yang dipelajari. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan memotivasi siswa.

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat digunakan oleh guru penggerak untuk menciptakan koneksi antar materi:

  1. Rencana Pembelajaran Terintegrasi: Rencana pembelajaran yang dirancang dengan mempertimbangkan keterkaitan antar mata pelajaran. Misalnya, dalam sebuah proyek atau topik tertentu, guru dapat memasukkan elemen-elemen dari berbagai mata pelajaran untuk menunjukkan bagaimana pengetahuan tersebut bersinggungan.

  2. Diskusi dan Analisis Silang Mata Pelajaran: Memperkenalkan konsep dari satu mata pelajaran dengan cara yang dapat dihubungkan dengan konsep dari mata pelajaran lain. Guru dapat memoderasi diskusi atau meminta siswa untuk mengidentifikasi keterkaitan tersebut.

  3. Studi Kasus Terpadu: Menggunakan studi kasus yang melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk memecahkan masalah atau menganalisis situasi tertentu. Ini memungkinkan siswa untuk melihat bagaimana berbagai pengetahuan diterapkan dalam konteks nyata.

  4. Proyek Kolaboratif Antar Mata Pelajaran: Mengarahkan siswa untuk bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek yang melibatkan elemen-elemen dari beberapa mata pelajaran. Misalnya, membuat presentasi multimedia yang mencakup aspek ilmiah, matematika, dan bahasa.

  5. Penugasan Terpadu: Memberikan tugas yang meminta siswa untuk menerapkan pengetahuan dari beberapa mata pelajaran dalam konteks tertentu. Hal ini dapat mendorong pemikiran analitis dan mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber.

  6. Menggunakan Konteks Dunia Nyata: Mengajarkan konsep dalam konteks yang relevan dengan kehidupan sehari-hari atau masalah dunia nyata. Hal ini membantu siswa untuk melihat bagaimana berbagai mata pelajaran saling terkait dalam kehidupan nyata.

  7. Kerja Sama antar Guru: Guru penggerak dapat berkolaborasi dengan guru-guru dari berbagai mata pelajaran untuk merencanakan kegiatan atau proyek terpadu. Ini memungkinkan pengintegrasian materi secara lebih efektif.

  8. Penggunaan Teknologi dan Sumber Daya Digital: Memanfaatkan teknologi untuk memfasilitasi koneksi antar materi. Misalnya, menggunakan platform pembelajaran digital yang memungkinkan guru untuk membagikan dan mengintegrasikan sumber daya dari berbagai mata pelajaran.

  9. Evaluasi Terpadu: Mengevaluasi pemahaman siswa melalui penilaian yang mencakup elemen-elemen dari berbagai mata pelajaran. Hal ini memastikan bahwa siswa memahami hubungan antar materi.

Dengan menerapkan strategi ini, guru penggerak dapat membantu siswa melihat keterkaitan antar mata pelajaran dan memahami bagaimana pengetahuan yang mereka peroleh dapat diterapkan secara holistik dalam kehidupan sehari-hari.

JUKNIS MAPSI TAHUN 2026 FINAL

  Petunjuk Teknis (Juknis) LOMBA MAPSI SD XXVII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 . Rincian Informasi Kegiatan Nama Kegiatan: Lomba ...